Benarkah Banyaknya Busa Tidak Berhubungan Dengan Daya Bersih Deterjen? Ini Penjelasannya


Dalam menggunakan deterjen, konsumen dewasa ini dihadapkan dengan pilihan deterjen yang rendah busa atau yang ekstra busa. Marketing produsen ekstra busa menampilkan keunggulan deterjennya dengan slogan busa melimpah mencuci lebih bersih, kemudian marketing deterjen rendah busa membantahnya dengan mengatakan tidak ada hubungan banyaknya busa dengan kemampuan cuci sebuah produk deterjen. Dan dari dua pernyataan itu, manakah yang benar?

BUSA ADALAH FENOMENA ALAMI KARENA ADANYA KANDUNGAN SURFAKTAN DALAM LARUTAN DETERJEN
Sebelumnya, mari kita pahami dulu apakah itu busa. Busa sebenarnya adalah sekumpulan gelembung deterjen atau sabun, sedangkan gelembung deterjen adalah sebuah bola air yang didalamnya berisi udara sebagai akibat dari apa yang dinamakan "penurunan tegangan permukaan air". Penurunan tegangan permukaan air dalam proses mencuci ini disebabkan oleh molekul surfaktan yang memiliki gugus ganda (bipolar), dimana satu bagian suka air (hidrofilik) bagian lainnya suka minyak (lipofilik). kondisi bipolar molekul itu juga menyebabkan perbedaan gaya tarik dalam setiap molekul larutan surfaktan itu, dimana yang lebih kuat akan menarik kedalam, yang lemah akan tertarik diluar, yang jika ada udara yang terperangkap didalamnya maka terbentuklah gelembung.
Pada pengaplikasiannya, bagian yang suka air (hidrofilik) nantinya akan menarik dan menempel pada air, dan bagian yang suka minyak (lipofilik) akan menarik dan menempel pada minyak. Dan memang itulah sebenarnya cara kerja dari deterjen, seperti lem, dimana satu permukaan melekat pada minyak dan permukaan lainnya pada air, sehingga minyak terangkat dari serat pakaian, terikat dengan air, yang kemudian air hasil proses cuci yang sudah mengandung kotoran minyak itu nantinya dibuang.
Dari penjelasan tersebut maka tidak salah juga pendapat yang mengatakan semakin banyak busa deterjen semakin kuat daya cucinya, karena busa itu adalah akibat adanya molekul surfaktan, maka semakin banyak busa, bisa diartikan semakin banyak juga konsentrasi surfaktan dalam komposisi bahan deterjennya.

APAKAH KEMUDIAN DETERJEN RENDAH BUSA, RENDAH JUGA DAYA CUCINYA? BELUM TENTU, BEGINI PENJELASANNYA
Deterjen rendah busa pada dasarnya didesain penggunaannya untuk mesin cuci. Mengikuti perkembangan jaman, timbul pendapat perlu adanya efisiensi peralatan rumah tangga termasuk salah satunya mesin cuci. Banyak produsen mesin cuci yang kemudian meningkatkan kemampuan mesin, namun tidak menambah ruang kapasitas tabung, tentunya demi efisiensi ruang.
Akibatnya mesin cuci memiliki kemampuan mencuci pakaian dengan kapasitas lebih banyak, namun dengan ruang yang sempit. Masalah yang terjadi kemudian busa yang adalah akibat adanya surfaktan, tak memiliki cukup ruang di dalam mesin cuci. Busa akan menyebabkan isi mesin cuci membludag yang berpotensi luber keluar dan mengotori ruang di sekitarnya. Sebagai jalan keluarnya, gagasan yang kemudian muncul adalah mendesain deterjen khusus untuk mesin cuci yang busanya sedikit, namun tanpa mengurangi daya cucinya, yaitu dengan menambahkan senyawa "defoamer" pada komposisi formula deterjen khusus tersebut.
Jadi tidak salah juga jika ada yang berpendapat rendah busa "tidak selalu" berarti rendah juga daya cucinya, karena bisa jadi memang deterjen itu didesain khusus untuk fungsi rendah busa dengan penambahan unsur "defoamer" didalamnya.
Yang kualitasnya buruk itu adalah, jika produsen deterjen mengklaim rendah busa, namun ternyata tidak ada unsur defoamer di dalam komposisi bahannya, karena itu berarti rendahnya busa adalah akibat dari sedikitnya kandungan surfaktan.
Semoga bermanfaat,

CC Deterjen Enzym